Pemeras Ria Ricis Dapat Foto dan Video Pribadi dengan Meretas Perangkat Elektronik

YouTuber Ria Ricis membuat laporan ke Polda Metro Jaya terkait adanya dugaan pengancaman dan pemerasan, Senin (10/6/2024).(KOMPAS.com/Dzaky Nurcahyo)
YouTuber Ria Ricis membuat laporan ke Polda Metro Jaya terkait adanya dugaan pengancaman dan pemerasan, Senin (10/6/2024).(KOMPAS.com/Dzaky Nurcahyo)

Pria berinisial AP (26), tersangka pengancaman dan pemerasan YouTuber Ria Ricis, mendapatkan foto dan video korban dengan cara meretas perangkat elektronik.

“Tersangka dilaporkan melakukan akses ilegal dan meretas sistem elektronik yang memuat informasi pribadi milik Ricis.” Dikatakan oleh Dirreskrimsus Polda Metro Jaya.

Setelah mengambil dokumen pribadi milik Ricis, AP lalu menebar ancaman terhadap korban.

Ancaman dikirimkan melalui dua orang terdekat Ricis, yakni manajer dan asistennya.

“Kemudian, informasi dan dokumen elektronik pribadi milik korban ini digunakan AP untuk melakukan pengancaman yang dilakukan melalui perantara manajer ataupun asisten korban,” tutur Ade Safri.

AP berupaya memeras Ricis dengan nominal Rp 300 juta.

Jika korban tak memberikan uang tersebut, foto atau video yang sudah diunggah di tiga akun media sosial akan dibiarkan terbuka untuk publik.

“Tersangka sebelumnya sudah mengunggah foto atau video di Instagram, Twitter (X), dan TikTok. Hanya, ketiga akun media sosial itu dikunci,” ucap Ade Safri.

Namun, polisi belum bisa mengungkap foto atau video apa yang diunggah oleh tersangka.

Ia hanya memastikan bahwa dokumen yang diunggah bukan foto atau video syur.

“Sementara ini baru itu yang bisa kami sampaikan, yang jelas adalah materinya (foto atau video) berkaitan dengan informasi maupun dokumen elektronik pribadi milik pelapor,” tutup Ade Safri.

AP Dikenakan Pasal Berlapis

AP ditangkap tanpa perlawanan di kediamannya di Cipayung, Jakarta Timur, Senin (10/6/2024) dini hari.

Polisi kemudian membawa barang bukti berupa ponsel OPPO A5 dan sebuah sim card.

Kini, AP juga telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di rumah tahanan (rutan) Mapolda Metro Jaya.

AP disangkakan Pasal 27 B ayat (2) Jo Pasal 45 dan atau Pasal 30 ayat (2) Jo Pasal 46 dan atau Pasal 32 ayat (1) Jo Pasal 48 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Sebagai informasi, Ria Ricis membuat laporan polisi pada 7 Juni 2024 ke Polda Metro Jaya setelah seseorang menebar ancaman serta meminta uang kepada dirinya sebesar Rp 300.000.000

Ricis mengaku, ancaman itu ditebar melalui pesan singkat WhatsApp.

Jika Ricis tak membayar sejumlah uang yang diminta, pelaku bakal menyebarkan foto dan video pribadinya.

“Saya merasa sangat dirugikan dan sangat terancam tentunya. Ancaman tak ditujukan ke saya tetapi manajemen dan keluarga ikut terkena imbasnya, ungkapnya di Mapolda Metro Jaya, Senin (10/6/2024).

Ricis mengungkapkan, ancaman sudah ditebar oleh pelaku selama beberapa hari terakhir.

Pengancaman itu kemudian membuatnya dan orang terdekatnya tidak nyaman beraktivitas.

“Sudah lima hari terakhir (dapat ancaman),” tutur dia.

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*